|
Tiga
Kewajiban Orang Tua
Polusi
Rumah Tangga
Manager
Rumah T
Hak
anak
Hak
tetangga
Satu
menit yg berharga
Teknologi
di rumah
|
Keluarga Sakinah
Harus didirikan atas
beberapa aspek, antara lain ;
1. Seluruh komponen rumah tangga yang memiliki sikap berbeda akan
menjadi sinergi yang saling mendukung dan perbedaan tersebut menjadi
rahmat dan bukan
saling menghambat.
2. Perlu menghindarkan sikap menonjolkan diri atau mengganggap dirinya
paling penting dan berpengaruh.
3. Sikap ikhlas menjadi modal dasar yang utama, terutama bagi orang tua
dalam mendidik anak yang merupakan titipan Allah SWT.
4. Contoh dan suri tauladan yang baik dari orang tua sangat menentukan
perkembangan anak.
5. Kesabaran dalam mendidik anak juga dituntut dari orang tua karena
tiap anak memiliki sikap yang berbeda.
6. Bila kita memiliki kelebihan dana / keuangan dalam keluarga,
sebaiknya digunakan untuk ibadah (sedekah, dll) dan mengisi dengan ilmu
yang bermanfaat
(ilmu sekolah dan masyarakat).
7. Selalu mengikuti perkembangan anak dan kita bekali mereka dengan ilmu
( agama dan dunia ), ketika mereka masih kanak-kanak kita tanamkan
nilai-nilai agama dan
budi pekerti yang baik, sedangkan ketika mereka remaja kita dapat
menjadi teman curhat ( curahan hati ) mereka yang penuh dengan dinamika
apalagi kondisi saat
itu perlu kita waspadai ( kasus narkoba, dll. )
8. Untuk membangun keluarga sakinah minimal ditunjang oleh suri
tauladan, cinta ilmu dan sistem yang islami. Contoh sederhananya adalah
membiasakan menjalankan sesuatu dengan do'a, mengucapkan salam dan
membalasnya, dll.
Sehingga akhirnya rumah tangga - rumah tangga yang sakinah dapat
menjadikan masyarakat kita yang baik dan penuh dengan nilai agama dan
budi pekerti. Semua
ikhtiar kita bergantung kepada Allah SWT. Marilah kita hidupkan rumah
kita dengan ibadah kepada Allah dan menggunakan dana yang didapatkan
secara halal di
jalan Allah pula.
Dikutip dari posting Sdr. Taufik Manan di milis Phadang
Mbulan, yang disarikan dari Pengajian
Manajemen Qolbu yang dibawakan oleh KH. Abdullah Gymnastiar yang akrab
dipanggil dengan KH. Aagym ( Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid
Bandung ) di Hotel Borobudur
Jakarta Rabu malam 1 Desember 1999. Phadang
Mbulan, yang disarikan dari Pengajian
Manajemen Qolbu yang dibawakan oleh KH. Abdullah Gymnastiar yang akrab
dipanggil dengan KH. Aagym ( Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid
Bandung ) di Hotel Borobudur
Jakarta Rabu malam 1 Desember 1999.
kembali
ke home |